Hamba Allah yang tengah merasakan kehampaan dalam hidup,
Hamba Allah yang mulai memahami bahwa kehendak Allah adalah diatas segalanya,
Hamba Allah yang sedang mencoba memahami arti makna “berusaha maksimal” dan atau “harus ikhlas menerima”
Hamba Allah yang mulai merasa perlu belajar untuk lebih mendekat, merapat kepada Allah, membersihkan jiwa “tazkiyatun nafs”, untuk hidup kembali dengan semangat baru, perasaan baru dan harapan baru,
“Yaa Allah,
Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thoo’atika”
(Allah, wahai yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’ati-Mu)